Google

Rabu, 13 April 2011

JANGAN LUPA MENGATAKAN NO BABOY.


Haji Rafles dan Ako 

Ay hindi naglalaman ng baboy :Maklum yang seangkatan dengan saya kebanyakan Mulsim, ada kiyai, ada ustadz, ada pula sorang-orang yang dituakan diantara kami yakni H. Rafles. Beliau langganan sebagai Juri MTQ tingkat nasional. Setiap sholat selalu menjadi imam kami, bahkan ahli masak, tentu karena beliau orang Sumatera Barat. Saya memanggilnya Pak Tuo, ya karena paling senior. Istimewanya berteman dengan beliau adalah sifatnya yang rendah hati, dan acapkali menjadi penegah ketika kami sedang saling salah menyalahkan. Nasihatnya sangat dirindukan oleh teman-taman. Jika dikaitkan dengan soal perut, beliau sangat sensitif, karena di Philippina "Baboy" (babi) adalah makanan mayoritas. Beliau akhirnya bentindak cerdas, beli Rice Cooker, masak sendiri dalam kamar dan membawa rendang yang tahan lama. Tapi kadang kami bersama-sama pergi ke komunitas Islam Metro Manila, tepatnya di Qiapo City di sinilah semuanya halal. Atau menuju Green Hill, sebuah plaza yang bagus, dan mayoritas pedagang atau pemilik toko kebanyakan Muslim. Di wilayah inilah dapat kita temukan sejenis masakan padang, tentunya harus tanya dulu. NO BABOY?, maksudnya apa ada babinya?
Catatan :
Banyak kata yang hampir sama dengan kita. (Ayam = Bahasa), (Manok=  Phlippina).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar