Google

Rabu, 08 Februari 2012

LIKU-LIKU MENCARI VISA STUDI DI PHILIPPINA


Checklist of Requirements for Student Visa

  1. Duly notarized letter request from the applicant;
  2. Duly notarized General Application Form accomplished by the applicant (BI Form No. MCL-07-01);
  3. Original
    copy of the Notice of Acceptance (NOA) containing a clear impression of
    the school’s official dry seal or a duly notarized written endorsement
    from the school for the conversion of the applicant’s status signed by
    the school’s Registrar;
  4. Original copy of Medical Certificate
    issued by the Bureau of Quarantine and International Health Surveillance
    or a government medical institution with competence to certify that the
    applicant is not afflicted with any dangerous, contagious or loathsome
    disease and is mentally fit;
  5. Plain photocopy of applicant’s passport bio-page, latest admission and authorized stay; and
  6. NICA Clearance; and
  7. Bureau of Immigration (BI) Clearance Certificate

Kamis, 19 Januari 2012

AKREDITASI JOSE RIZAL UNIVERSITY

Mahasiswa Jose Rizal University yang berasal dari Indonesia harus bekerja keras mengenalkan universitas ini kepada khalayak Pendidikan di Indonesia. Tentunya cukup alasan, karena di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan nama Jose Rizal University tak berbau sama sekali. Dalam list perguruan tinggi dilarang nggak ada, tapi di list perguruan tinggi terdaftar di Dikti juga nggak muncul.....Lalu mengapa demikian??. Tanda tanya tak cukup satu mungkin lebih dari seribu. Kini saat tepat bagi kawan-kawan sudah ada yang finish sehingga segera mendaftar keseatraan ke Dikti, sekaligus promosi tentang JRU. Akan serasa aneh jika ada perguruan tinggi Philippina yang terdaftar di Dikti, tetapi ranking akreditasinya lebih rendah dario Jose Rizal. sila klik di sini.  http://www.infomaninc.com/philippineschool/philippineschoolrank.htm. 
Dan sila klik di sini : 
  


Minggu, 20 November 2011

YES, WE REALLY LOVE JOSE RIZAL UNIVERSITY


" MAHAL KITA "
WE ARE create a PIN, this as evidence that all students from Indonesia are very loving alma mater. Yes, we really love Jose Rizal University. Always loved.
We not only schools, we not only look for a degree, and we are not look for a diploma, but,.... we want to build friendships. To all, including the entire nation Philippina. We want to quickly master the language of Tagalog. We want to know and understand the Filipino culture. Oh,...Philippine  I want,  I love you. 

Minggu, 06 November 2011

PPIF - PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA FILIPINA

BACKGROUNDS
PPIF was formed as an organization to foster brotherhood and cooperation among Indonesian students studying in the Philippines. Initially formed as Indonesian Students Union on September 30, 1957, it took on its current name of PPMIP on September 5, 1965. On July 24, 2011 It changed its name to PPIF (Perhimpunan Pelajar Indonesia Filipina).
The organization is structured to accommodate concentrations of Indonesian students present in the Philippines. It consists of a Head Office located in Makati, due to its close proximity to the Indonesian Embassy, so as to simplify communication and coordination between the chapters.
Five chapters have been set up, namely the chapters of :
1. METRO MANILA (Makati, Manila and Quezon City)
2. LAGUNA (Los Banos and Dasmarinas City)
3. NORTH LUZON (Baguio City)
4. CAVITE ( Tagaytay and Silang City)
5. CEBU (Lapu-Lapu City)
Organizational links and tie-ups are present with the Indonesian Embassy in Manila. As the legitimate body to protect Indonesian citizens, particularly students studying in the Philippines, personnel with the Indonesian Embassy have been put as members of the Board of Trustees. Among them are, the Indonesian Ambassador to the Philippines, the Cultural and Education Attache, the Defense Attache and the Industry and Trade Attache

http://ppmipphilippines.webs.com/

Senin, 31 Oktober 2011

TIGA MAHASISWA INDONESIA DI JRU IKUTI SEMINAR INTERNATIONAL

Bermula dari Assignment mata kuliah Advenced Marketing yang diasuh oleh Prof. Eduardo Garrovillas, kami bertiga mendapatkan tugas pencermatan Industri/perusahaan yang ada di Tanah Air terkait dengan Corporate Social Responsibility. Karena tugas kami dianggap memiliki relevansi dengan topic seminar International, maka makalah kami di apresiasi untuk mengikuti kegiatan seminar tersebut. Kolaborasi kami bertiga selanjutnya diberi judul" Survey of Indigenous Companies with International Penetration and their CSR Programs". Katika itu nomor urut paper kami sudah yang ke 100. Akhirnya lega rasanya setelah beberapa bulan mendapatkan PA-Paper Acceptance dari penyelenggara. Akhirnya kami harus berangkat bertiga ke Taipei Taiwan, dan pada hari kedua (2 Desember 2011) kami presebtasi dihadapan peserta. Semoga yang lain menyusul.

Senin, 17 Oktober 2011

TERTIB ADMINISTRASI DI JRU

Kalau soal tertib administrasi Universitas Jose Rizal; cukup dibanggakan, semuannya sudah terintegrasi. Jangan harap Anda ter-record di system jika Payroll belum dilakukan. Dan ketika semuanya beresm maka kartu mahasiswa (identitas), bisa digunakan untuk mengakses semua kegiatan, layaknya ATM. Nampak pada gambar bahwa telah ter-record. Cukup menempelkan kartu identitas, maka wajah nampak sekilas. Selanjutnya sang security ajan mempersilakan kita masuk ke otoritas kampus. Sang SATPAM mengucapkan. Maganda Umaga PO!

Rabu, 14 September 2011

BUNG KARNO DAN PHILIPPINA



Pada gambar perangko yang menunjukkan eratnya persahabatan antara Indonesia dan  Philipina,  tidak dicantumkan tanggal penerbitannya, namun kira-kira perangko ini diterbitkan di masa pemerintahan Presiden Elpido Quirino yang memerintah Philipina tahun 1948 – 1953.(Sumber : http://iwandahnial.wordpress.com/2008/06/06/pemerintah-philipina-pernah-menerbitkan-perangko-bergambar-bung-karno/)
Salah satu perangko ini dimiliki warga Indonesia, Iwan Dahnial, yang kemudian menayangkannya dalam blog pribadinya. Perangko bernilai 5 sen ini bergambar Bung Karno bersalaman dengan Presiden Elpido Quirino yang memimpin Filipina pada periode 1948-1953. Di bawah gambar Bung Karno tertera kata “Merdeka”, sementara di bawah gambar Quirino tertulis kata “Mabuhay” yang juga berarti merdeka.
Tak ada keterangan yang pasti kapan perangko ini diterbitkan, tetapi diperkirakan ditebritkan pada masa pemerintahan Presiden Quirino antara tahun 1948–1953.